Select Page

Halo, BCCSquad!

Seperti yang kita tahu, dewasa ini segala hal yang berkaitan dengan digital tumbuh dengan pesat. Teknologi gawai pun makin lama makin terus berkembang. Dampaknya tentu besar apalagi bagi anak-anak. Melihat fenomena itu, Sabtu (14/9/2019) lalu Sisternet (program CSR dari PT XL Axiata Tbk) menggandeng Bloggercrony mengadakan Kelas Literasi Digital dengan tajuk ‘Kapan Anak Boleh Memiliki Gadget Sendiri?’. Kelas yang diadakan di Logo House Palembang ini memberikan informasi khususnya bagi para perempuan bagaimana menyikapi dengan bijak penggunaan gawai pada anak-anak.

Para peserta yang hadir berjumlah lebih dari 50 orang berasal dari latar belakang yang beragam mulai dari orang tua, mahasiswa hingga guru. Acara ini berlangsung seru dengan menghadirkan Tsurayya Syarif Zain S.Pd.I., S.Psi. MA selaku dosen psikologi, konselor, praktisi pendidikan, dan parenting yang dimoderatori oleh Wardah Fajri selaku Owner Digital Kreativ Hub dan Founder Bloggercrony Community. Durasi waktu tiga jam yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 tidak terasa akibat antusias para peserta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ferdinand Oktavian selaku Head of Sales XL Axiata Greater Palembang yang memberikan informasi bagaimana XL Axiata khususnya menjembatani kebutuhan internet pada orang tua dan anak. Dengan adanya pembagian kuota langsung bagi gadget orang tua dan anak, maka orang tua dapat langsung mengawasi dan membatasi penggunaan internet yang berlebihan.

Selanjutnya Astri Mertiana dari Sisternet Partnership Management XL Axiata memberikan pandangan mengenai peran perempuan atau biasa disebut ‘sisters’ di era digital sekarang. Dalam hal parenting pun, perempuan lebih nyaman untuk berkomunikasi dan bercerita ke sesama perempuan. Oleh sebab itulah, Sisternet hadir sebagai wadah bagi perempuan untuk dapat bercerita ke tempat yang tepat. Melalui kegiatan offline seperti Kelas Literasi Digital seperti saat ini, diharapkan perempuan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Selain mengadakan kelas offline, Sisternet juga memberikan pembelajaran berkelanjutan melalui modul-modul online yang disebut Modul Pintar Sisternet. Bila telah menjadi anggota, para Sisters ini dapat mengaksesnya melalui alamat situs Sisternet yaitu www.sisternet.co.id. Di sini, terdapat kategori yang dapat dipilih.

Tibalah acara paling puncak, Mbak Aya, sapaan akrab Tsurayya Zain mengambil tempat. Beliau bercerita banyak bagaimana sebuah gawai dapat mengubah pola pikir seorang anak. Tak dapat dipungkiri gadget memberikan pengaruh positif sebagai media pembelajaran hingga pengayaan kompetensi dan kreativitas. Namun di balik itu, gadget juga memberikan dampak negatif seperti cyberbullying hingga zona privasi.

Berdasarkan riset pemateri terkait dunia digital anak, mulai usia 4 SD gadget sudah dapat diperkenalkan sebagai bagian dari proses belajar. Orang tua dan anak dapat berkomunikasi mengenai topik-topik yang ada melalui media gadget dan internet. Tentunya peranan orang tua dibutuhkan saat memberikan gadget pada anak seperti selalu mencari tahu perkembangan terbaru lewat berbagai ilmu, mawas diri, menjadikan diri sebagai sosok idola bagi anak, dan membangun karakter anak itu sendiri. Dan sebaiknya, gadget tidak diberikan pada anak sebelum berusia 18 bulan. Penggunaan media sosial pun merujuk aturan pediatrik Amerika dibatasi minimal 13 tahun.

Sehabis paparan materi, kelas menjadi ‘memanas’ dengan tanya jawab langsung ke narasumber. Ada total enam orang dari audiens yang memberikan pertanyaan dan pengalamannya mengenai gadget dan parenting yang langsung dijawab oleh Mbak Aya. Meski masih banyak yang ingin memberikan pertanyaan, sayangnya waktu telah habis. Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta yang datang paling cepat dan paling jauh. Bayangkan ada yang datang langsung dari Bangka ke Palembang loh demi kelas ini. Selanjutnya ada pemberian hadiah bagi pemenang kontes sosial media.

Kelas seperti ini diharapkan mampu menjadi ajang diskusi dan pembuka percakapan bagi orang tua dan anak mengenai gadget. Rencananya akan terus dilakukan ke beberapa kota selanjutnya. See you!

Kontributor BCC Squad Palembang: Bimo Rafandha