Select Page

Assalaamu’alaikum BCCSquad!

Mengawali tahun 2019, Bloggercrony Community mengadakan agenda rutin bulanannya nih. Apalagi kalau bukan BloggerHangout, ajang upgrade ilmu dan skill yang berkaitan dengan dunia blogger untuk para anggota Bloggercrony Community.

Di BloggerHangout ke-31 ini kami mengangkat tema public speaking dengan narasumber yang memang sudah wara-wiri di dunia public speaking. Narasumber kita ini seorang travel blogger. Pernah jadi penyiar radio, seorang tour guide, dan saat ini menekuni dunia tour leader. Kerasa ‘kan pengalaman dia yang harus berbicara langsung ataupun tidak di hadapan orang banyak? Siapakah narasumber kita kali ini? Yup, siapa lagi kalau bukan Idfi Pancani.

#BCCSquad yang hadir pada BloggerHangout ke-31

Berlokasi di Bulaf Cafe L’Avanue Pancoran, acara yang dipandu oleh Mbak Yayat ini dihadiri oleh 15 blogger. Sedikit partisipannya? Iya, sengaja biar teman-teman fokus, lebih intim, dan kerasa manfaat dari ilmu yang dibagikan. Selama acara ini peserta bebas tugas lho dari live tweet. Fokeslah gitu intinya!

Jadi, apa sih public speaking itu? Kalau kata Kang Idfi nih, public speaking itu seni berbicara di depan banyak orang. Orang yang melakukan public speaking bernama public speaker.

Mbak Yayat (pakai baju biru) sang moderator di BloggerHangout ke-31

Para penyiar radio maupun televisi, walau secara kasat mata tidak berbicara di depan banyak orang, suara mereka bisa didengar dan/atau dilihat lho begitu frekuensi siaran on set. Ya kan? Apalagi yang memang benar-benar jadi MC (master of ceremony) dari suatu acara.

Maka dari itu, kita jangan meremehkan mereka yang sedang berbicara di depan. Dosen yang sedang berbicara di hadapan mahasiswa, orangtua yang sedang mendongengi anak-anak, khotib yang sedang khutbah pada saat sholat Jumat, juga ibu-ibu yang sedang jadi MC di acara pengajian.

Televisi dan radio bisa lho menjadi sumber ilmu pubic speaking. Pernah nggak kita perhatikan bagaimana Najwa Shihab membawakan acara Mata Najwa? Atau yang suka nonton ocip (read: gossip), gimana sih gaya Indra Herlambang dan para penyiar acara Insert itu berbicara? Hayooo jangan hanya fokus sama gosipnya aja, tetapi juga cara pembawa acara berbicara. Ini bisa jadi pembelajaran gratis, lho!

Menurut Kang Idfi, sebagai tahap awal, tiru aja cara-cara para profesionalis MC itu dalam membawakan acara. Nanti lama-kelamaan kita pun akan menemukan gaya kita sendiri saat menjadi MC. Lalu, tinggal dikombinasikan aja deh, mana yang lebih nyaman saat manggung.

Idfi Pancani, mengawali karir sebagai floor director di sebuah stasiun televisi swasta, saat ini dirinya nyaman sebagai tour leader yang sudah melanglang buana ke berbagai belahan dunia.

Acara yang berlangsung selama 2,5 jam ini diawali dengan perkenalan diri masing-masing peserta yang hadir. Tak kenal, maka tak sayang, ye kan? Akan tetapi selain lebih tahu sisi personality, Kang Idfi juga memberikan komentar nih tentang gaya public speaking masing-masing peserta. Bukan dikritik maupun judge, tapi lebih kepada saran dan masukan. Yup, secara nggak langsung peserta pun sedang mempraktikkan ilmu public speaking WALAU hanya sedang memperkenalkan diri.

Kelar praktik memperkenalkan diri, blogger yang masih berstatus single ini membagikan teori tentang public speaking. Gimana sih tips sukses menjadi MC, nggak gampang nervous di hadapan orang banyak? Jawabannya persiapkan diri sebaik-baik mungkin. Persiapannya gimana? Waaah ini ada banyak tahapannya. Yuk, simak!

Yang serius mendengarkan sharing dari Kanh Idfi

Tips Sukses Menjadi Public Speaker

  1. Berlatih suara

Pernah denger para penyanyi berlatih mengucapkan A-I-U-E-O dengan berbagai irama dan intonasi? Nah, itu juga kerap dilakukan oleh para public speakers. Tujuannya apa? Pengucapakn A-I-U-E-O dengan benar bisa melemaskan otot-otot wajah sehingga tidak kaku lagi. Ini penting, lho dalam dunia public speaking karena berkaitan dengan kejelasan dari pesan yang disampaikan.

Yang namanya public speaker itu penyampai pesan. Kalau pengucapannya aja tidak benar atau intonasinya kurang tepat, pesan yang ingin disampaikan bisa jadi tidak sampai. Bisa berbeda arti juga pemahamannya bagi si penerima pesan.

Lebih lanjut dari penjelasan blogger berdarah Sunda ini, A-I-U-E-O mempunyai akronim di antaranya: A (artikulasi) alias pelafalan huruf, I (intonasi) alias penekanan suara, E (ekspresi) alias bahasa tubuh, O (olah vokal) alias mencoba berbagai macam nada suara, dan U (ulangi lagi) yang artinya jangan bosan-bosan untuk berlatih karena berlatih membuat keterampilan semakin bagus.

Tidak hanya masalah A-I-U-E-O, berlatih suara ini juga ada kaitannya dengan teknik pernafasan. Teman-teman sering lihat kan bagaimana seorang MC harus bekerja dalam waktu berjam-jam? Pernah terpikir nggak rahasia mereka sehingga bisa berbicara dengan nada yang stabil, tanpa ngos-ngosan? Kuncinya ada di teknik pernafasan, BCCSquad!

Ada tiga macam teknik pernafasan: dada, perut, diafragma. Pernafasan dada adalah teknik bernafas paling pendek, sehingga orang dengan mudah ngos-ngosan jika berbicara atau bernyanyi dengan teknik ini. Teknik pernafasan dada bisa dilihat dengan ciri-ciri bahu terangkat, dada membusung, dan tulang rusuk bagian depan naik.

Bagaimana dengan teknik pernafasan perut? Teknik bernafas ini bisa menghasilkan suara yang lebih panjang. Ciri-cirinya bagian perut maju, bahu tetap pada posisinya, dan dada tidak terangkat. Bagimana dengan teknik pernafasan diafragma? Yaa lakukan pengisian udara di bagian diafragma. Tanda-tandanya, bagian belakang perut akan bergetar pada saat kita bersuara.

Hayo, coba lakukan ketiga teknik pernafasan di atas. Jujur kalau saya masih belum bisa kuasai teknik pernafasan diafragma. Memang seperti itu kata Kang Idfi, lama-kelamaan akan terbiasa. Teknik pernafasan diafragma adalah kunci bagi para penyanyi dan MC bisa tetap on fire meski manggung berjam-jam.

2. Reading, briefing, asking

Nah bagian ini udah lebih kepada teknis sebelum acara dimulai. Namanya aja master of ceremony, yaa berarti kita sebagai bintang acara. Selama acara berlangsung, peserta yang hadir akan memusatkan perhatian kepada kita. Oleh karenanya, kita harus menguasai betul acara apa yang sedang kita pimpin. Namanya acaranya, jenis acaranya-apakah formal atau nonformal? Siapa pula audience-nya? Kenali golongan ekonomi, pendidikan, usia, dan karakter dari audience. Siapa saja pengisi acara? Wuiiih pokoknya all about acara. That’s why sebelum manggung, tanyakan kepada project officer tentang apapun yang berkaitan dengan acara.

3. Berdoa

Berdoa ini juga jadi keontji ats segala kesuksesan. Kang Idfi menyakini betul kekuatan doa di setiap perbuatan yang akan dilaksanakan.

4. Afirmasi positif

Last but not least, afirmasi positif ke alam bawah sadar. Setelah berlatih suara, mengetahui persis tentang acara yang akan kita pimpin, berdoa, hal yang tak boleh dilupakan adalah afirmasi positif dalam diri. Tanamkan di pikiran, yakin acara akan sukses karena kita sudah berlatih dan tahu seluk-beluk acaranya.

Terlihat mudah memang tips yang dibagikan, tapi praktiknya… Idfi pun mengakui, apa yang dipraktikkan tidak semudah teori yang ada. Akan tetapi, practice makes perfect! So, dengan sering berlatih, kemampuan public speaking kita pun semakin terasah. Buat para MC juga vlogger nih, dengan sering berlatih diharapkan udah nggak gagap lagi saat berbicara di depan kamera. Perpaduan tata bahasa terstruktur, body langsuage yang oke, intonasi yang pas, bikin kemampuan public speaking kita makin kece.

Itu dia rangkuman dari BloggerHangout kita di awal tahun 2019. Menambah keseruan acara, para peserta yang hadir melakukan tukar kado dengan syarat minimal harga Rp 20.000. Ahaaay, ada yang dapat satu botol body lotion, sebungkus kopi, seperangkat sabun pembersih rumah dan kamar mandi, cokelat Belgia yang sudah lumer, jilbab.

 

Muka-muka bahagia para peserta usai tuker kado

Semoga bermanfaat sharing ilmu dari Kang Idfi dan selamat berlatih!

Wassalaam